Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, H. Muhammad Anis Matta, Lc., menerima kunjungan Tim Sanffest 2025 Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara, Selasa, 23 Desember 2025, di Kantor Wakil Menteri Luar Negeri RI.
Dikutip dari laman https://www.facebook.com/share/17hVnisCSa/ Anis Matta menyampaikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih para santri dalam ajang Santri Film Festival 2025 (SANFFEST 2025) yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan RI.
Anis Matta bilang pentingnya keterlibatan para santri dalam industri perfilman, mengingat film merupakan medium strategis yang mampu membentuk sudut pandang masyarakat terhadap berbagai isu.
Beliau juga berdiskusi mengenai peran santri dan pondok pesantren dalam berkontribusi memajukan industri perfilman sebagai bagian dari upaya diplomasi kebudayaan Indonesia.
Rombongan pesantren dipimpin oleh Dr. Muhammad Ali Bakri, S.Sos., M.Pd., selaku anggota Konsorsium Mudir Pesantren, didampingi Hj. Sitti Shalehah, S.Pd. sebagai Pendamping, dan lima orang perwakilan santri.
Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi, sekaligus menjadi momentum temu alumni, mengingat Anis Matta merupakan alumni Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam kesempatan tersebut, tim pesantren memaparkan gagasan kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI melalui program bertajuk “Santri Diplomat”. Program ini dirancang untuk memberikan pelatihan, pembinaan, serta pengalaman awal kepada santri mengenai dunia diplomasi, hubungan internasional, dan peran strategis Indonesia di kancah global.

Menurut perwakilan pesantren, program “Santri Diplomat” diharapkan dapat membuka wawasan santri tentang diplomasi modern yang berlandaskan nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan, sekaligus menyiapkan generasi muda pesantren yang adaptif terhadap tantangan global.
Selain membahas kerja sama program, tim Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara juga menyampaikan undangan resmi kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI untuk berkunjung ke pesantren dan memberikan ceramah umum kepada seluruh santri. Undangan tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari penguatan motivasi, inspirasi, dan literasi global bagi santri.
Pertemuan ini menjadi langkah awal penjajakan kolaborasi antara dunia pesantren dengan diplomasi negara, sejalan dengan upaya memperluas peran santri dalam pembangunan sumber daya manusia yang berwawasan internasional.


