Gombara Media – Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kota Makassar secara resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Ustadz K.H. Muh. Said Abd. Shamad, Lc., pada Sabtu, 07 Rajab 1447 H bertepatan dengan 27 Desember 2025 M dengan tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”. Kegiatan tersebut berlangsung di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar dengan dihadiri pimpinan persyarikatan, tokoh masyarakat, serta warga Muhammadiyah.
Pelaksanaan Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kota Makassar bertujuan sebagai momentum refleksi dan mengenang jasa-jasa para pendiri Persyarikatan Muhammadiyah. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan semangat warga Muhammadiyah dalam menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, serta memperkuat ukhuwah dan persaudaraan antara warga Muhammadiyah, simpatisan, dan masyarakat umum.
Sebelum acara resmi dibuka, para santri Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara menampilkan berbagai persembahan di hadapan para tamu undangan. Penampilan diawali dengan Pasukan Baris-Berbaris Hizbul Wathan, dilanjutkan seni tunggal Tapak Suci oleh santri kelas VII SMP, dan ditutup dengan seni ganda Tapak Suci oleh santri kelas XI.
Sambutan pertama disampaikan oleh Mudir Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar, Ustadz Dr. Ir. H. Muh. Syaiful Saleh, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan informasi terkait penerimaan santri baru perdana SMIDA (Sekolah Menengah Internasional Darul Arqam) Gombara Makassar. Kehadiran sekolah ini merupakan upaya pimpinan pesantren dalam meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu bersaing secara global melalui berbagai kerja sama internasional.
Selanjutnya, dalam pidato resepsi Milad, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar, Ustadz K.H. Muh. Said Abd. Shamad, Lc., menyampaikan empat Ruh Muhammadiyah yang beliau peroleh dari Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Empat Ruh Muhammadiyah tersebut menjadi poin penting dalam mengusung Muhammadiyah yang lebih baik ke depan, yaitu selalu bergembira dalam beramal, pengajian harus dijalankan, masjid harus dimakmurkan, dan rapat harus didisiplinkan. Ruh tersebut tidak hanya disampaikan sebagai motivasi, tetapi sebagai perintah dan pedoman bagi seluruh warga Muhammadiyah Kota Makassar.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Ustadz Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya muhasabah sebagai bagian dari amanah yang harus dijaga oleh seluruh warga Muhammadiyah, baik amanah kepada umat, bangsa, maupun kemanusiaan secara luas. Muhasabah, menurutnya, menjadi sarana evaluasi diri agar setiap gerak langkah persyarikatan senantiasa berada dalam koridor pengabdian dan tanggung jawab moral.
Lebih lanjut, Prof. Arifuddin Ahmad menyampaikan bahwa sejak awal berdirinya, Muhammadiyah telah memilih jalan perjuangan melalui ilmu, amal, dan aksi sosial. Hal tersebut diwujudkan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga kepedulian terhadap pelestarian alam. Ia juga menegaskan pentingnya pelestarian dan konservasi lingkungan, khususnya di Kota Makassar dan Sulawesi Selatan, guna mencegah kerusakan alam. Menjaga alam dinilai sangat krusial, tidak hanya sebagai kawasan resapan air, tetapi juga sebagai sumber penyedia air bersih bagi masyarakat.
Selanjutnya, Wali Kota Makassar dalam sambutannya menegaskan peran strategis Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa. Ia menyampaikan bahwa pembentukan generasi emas Indonesia 2045 tidak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi harus dibarengi dengan dasar iman, ketakwaan, etika, dan akhlak yang kuat. Menurutnya, Muhammadiyah telah menunjukkan kontribusi nyata dalam memadukan nilai keilmuan dan moralitas sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, kritis, dan berakhlak mulia.
Lebih lanjut, Wali Kota Makassar menyampaikan keyakinannya terhadap kontribusi Muhammadiyah dalam pembangunan nasional. Ia secara tegas menyatakan, “Muhammadiyah adalah salah satu pilar pembangunan masyarakat bukan hanya di Kota Makassar, tapi seluruh Negara Republik Indonesia ini.” Oleh karena itu, ia berharap keluarga besar Muhammadiyah terus mengambil peran aktif dan strategis dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah.
Selain rangkaian sambutan, dalam Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 tingkat Kota Makassar juga dilaksanakan Pemberian Tanda Penghargaan Pengabdian bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan di lingkungan Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PDM Kota Makassar Tahun 2025. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan anak bangsa sesuai dengan cita-cita nasional.
Adapun jumlah pendidik dan tenaga kependidikan yang menerima penghargaan sebanyak 58 orang. Salah satu penerima dengan masa pengabdian terlama adalah Ibu Athifah Noor, BA., S.Pd.I., dari SMP Muhammadiyah 12 Makassar dengan masa kerja selama 42 tahun.
Selain itu, turut diberikan Penghargaan Kepatuhan dalam Berorganisasi kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM). PCM yang menerima penghargaan tersebut yaitu PCM Bontoala, PCM Biringkanaya, dan PCM Makassar.
Melalui Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 ini, diharapkan Muhammadiyah Kota Makassar semakin memperkuat peran dan kontribusinya dalam membina umat serta mendukung pembangunan bangsa. Semangat berkhidmat, kebersamaan, dan kepedulian sosial diharapkan terus tumbuh sehingga Muhammadiyah senantiasa hadir sebagai gerakan yang mencerahkan dan membawa kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Author: Alif Rizki Aulia


