Sejarah

Pondok Pesantren ini berdiri ketika ulama Muhammadiyah berpandangan bahwa Pendidikan Tarjih Muhammadiyah yang diselenggarakan di jalan Bandang No. 7 C Ujung Pandang (sekarang Makassar) khususnya di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bontoala tidak lagi relefan sesuai dengan perkembangan zaman. Olehnya itu tokoh-tokoh ulama Muhammadiyah sebagai konsultan dakwah pada saat itu yang terdiri dari :

  1. S. Madjid
  2. H. Abdul Jabbar Asysyiri
  3. H. Fattul Muin Dg. Magading
  4. H. Marzuki Hasan
  5. H. Bakri Wahid

Tahun 1970 sepakat ulama Muhammadiyah untuk mencari lokasi Pembinaan Tarjih Muhammadiyah dipindahkan ke luar kota. Dengan usaha dan kerja keras itulah membuahkan hasil dengan mendapatkan lokasi yang sumbangan oleh Kepala Daerah Kab. Maros (Bapak Kasim DM). Tanggal 14 April 1971 resmi menjadi Pondok Pesantren Darul Arqam dengan akte notaris No. 22 tanggal 09 Juni 1972. Pada Musyawah Wilayah Muhammadiyah Wilayah di Limbung Gowa terpilihlah K.H. Abdul Jabbar Asysyri sebagai Ketua dan Drs. Zainuddin Sialla menjadi sekretaris.

Dalam rangka pembinaan pondok pesantren, maka pada Musyawarah Wilayah Muhammadiyah di Parepare menetapkan agar Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah menjadi proyek Pengkaderan Muhammadiyah. Tanggal 25 Januari 1976 berlangsung serah terima pesantren dari PCM Bontoala kepada PWM Sulawesi Selatan Barat.

Dalam perkembangannya, Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sulawesi Selatan telah mengalami 8 (delapan) kali pergantian kepemimpinan yaitu :

  1. KH. Abdul Jabbar Asysyiri tahun periode 1971 s/d 1987. (almarhum)
  2. KH. Drs. Makmur Ali tahun periode 1987 s/d 1992. (almarhum)
  3. Iskandar Tompo tahun periode 1992 s/d 1993.
  4. KH. Andi Bakri Kasim tahun periode 1993 s/d 1997.
  5. KH. Muchtar Waka, BA. periode 1997 s/d 2007
  6. K.H. Mustari Bosra, MA. periode 2007 – 2011
  7. Majelis Dikdasmen PWM Sul-Sel periode 11 Juni 2011-Maret 2012
  8. KH. Baharuddin Pagim April periode 2012- 2016
  9. Mahlani, S.Th.I., MA. periode 2016-2020